Sabtu, 19 November 2011

Hidup Manusia Bagai Bunga di Padang


Pagi ini saya memperhatikan bunga sutra bombay yang tumbuh di pot pekarangan rumah. tumbuhan ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan bunganya pun indah. namun ada yang menarik dari bunga sutra bombay, bunganya hanya tumbuh satu hari. mulai dari kuncup di pagi hari, mekar di jam 8-15 dan mulai kuncup lagi setelahnya. keesokan harinya sudah tidak ada kuncup tersebut. sangat singkat daur hidup bunga sutra bombay ini, namun ketika bunga ini mekar dan merekah, keindahannya begitu menghibur jiwa. foto disamping saya ambil di pagi ini.Indah sekali bukan? dan singkat sekali bila ia hanya mekar selama beberapa jam saja.


saya mulai mengingat dan merenungkan hidup manusia, hidup kita tidak sesingkat bunga sutra bombay namun kita sadar bahwa seperti daur hidup bunga , demikian juga kehidupan kita manusia, ada waktunya bertumbuh dari kuncup, berkembang, kuncup dan hilang.


waktu bertumbuh



inilah waktu dimana kita melakukan persiapan-persiapan dalam kehidupan kita, mulai dari belajar di sekolah, belajar mengenai kehidupan dan lain sebagainya. pada masa ini kita mengumpulkan seluruh daya dalam kehidupan menuju waktu untuk mekar. yang menarik disini, ada manusia yang mempersiapkan diri dengan baik dan ada yang mempersiapkan diri dengan asal-asalan, tentunya semua akan berdampak pada saat mereka mekar. akan jadi sepereti apa bunga mereka nantinya. teringat sebuah kata2 mutiara yang dipakai di film the mechanic "Victory Love Preparation" bila kita ingin menang maka lakukanlah persiapan dalam hidup kita.


waktu mekar atau berkembang


hasil dari waktu bertumbuh akan terlihat ketika bunga kehidupan kita mekar. kehidupan yang indah tentunya didapat ketika kita berusaha dengan baik pada saat kita mempersiapkan diri. pada saat mekar ini tentunya ada saat-saat dimana kehidupan kita berada diatas angin, dimana banyak orang yang mengagumi kita, memuji prestasi kita, bahkan ingin seperti kita, hati2 jatuh kedalam kesombongan, kita harus ingat bahwa mekarnya bunga itu hanya sementara. karena itu ketika kehidupan kita sedang mekar dengan indahnya(sukses) alangkah baiknya bila kita membagikan keindahan itu dengan banyak orang lain, agar kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang. keindahan sekuntum bunga tidaklah ada artinya bila ia hanya di taruh di lemari tertutup. bunga akan disebut indah bila ada mata yang menikmatinya. semakin banyak orang yang ikut menikmati kesuksesan kita, semakin indah kehidupan kita.


waktu kuncup kembali dan hilang


mekarnya bunga kehidupan kita berbeda-beda satu sama lainada yang lama dan ada yang sesaat, dan ada pula yang gagal untuk mekar, tapi ada sesuatu yang sudah pasti dialami yaitu kita semua akan kuncup dan hilang(mati). pada masa ini sering kita manusia mulai mengingat-ingat masa lalu pada zaman keemasan serta kesuksesan kita. kadang kita mulai hidup dimasa lalu bukan disaat ini. inilah tantangan hidup pada saat semua kemegahan sudah berlalu, yaitu untuk hidup disaat ini. walaupun telah berlalu semua sukses dan kemegahannya, masih banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. pertama yang harus kita lakukan adalah tetaplah berfikir kedepan, temukan hal-hal yang kita dapat berkontribusi, yang kedua tanam dan sirami generasi yang baru, berikan dan bagikan pengalaman hidup kita kepada generasi yang akan menggantikan kita. dan yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk mengakhiri dengan hati yang bersyukur. sehingga kita dapat berkata seperti ada tertulis "aku telah mengakhiri pertandingan yang baik"


sudah dimanakah kehidupan kita saat ini? setiap masa ada tantangan dan tugasnya masing2, dan saya berdoa, kita semua dapat menjalani setiap masa dengan baik.


"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, j maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya k tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, l 103:18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. "