Minggu, 29 Januari 2012

4 cara menjaga Energi Pagi Sepanjang Hari

Hari ini saya bangun pagi lagi, sempat satu Minggu saya bolong bangun pagi. Ketika saya memutuskan untuk jalan pagi ini, saya menemukan hikmat yang luar biasa. Melihat orang2 bangun pagi dan membereskan Rumah mereka, saya merasakan energi pagi yang luar biasa.

Ketika kita tidur, tubuh kita melakukan regenerasi dan recharge, ibarat HP yang kita charge utk menjadi full demikian juga tubuh kita. Energi full charge inilah yang harus kita maintain untuk terus menyemangati hari kita.

Gmn cara kita tetap memiliki energi pagi, sepanjang hari produktif kita?

1. Nutrisi yang cukup

Tentunya kita perlu asupan energi yang memadai. Jangan lupa makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Pastikan nutrisi yang kita konsumsi imbang dan tidak lebih minyak. Makanlah semua bahan yang segar, dan jangan lupa minum air putih untuk memberi asupan cairan kepada tubuh kita.

2. Istirahat yang cukup

Tentunya qualitas tidur kita juga akan berpengaruh terhadap energi yang kita hasilkan. Tidur menurut teori secara umum adalah 8 jam setiap hari. Namun ada juga yang mengatakan 5 jam, sebenarnya bukan kuantitasnya yang penting melainkan kualitas dari tidur kita. Tidur berkualitas dimulai dengan hati yang tenang dan dan pikiran yang positif. Bila memungkinkan lakukan tidur siang selama 5 menit utk quick charge energi kita.

3. Pikiran yang cukup

Pola pikir positif harus selalu mewarnai kehidupan kita. Pikiran positif ini akan menghasilkan energi yang membangun, karena pikiran kita akan mempengaruhi mood atau suasana emosi kita. Emosi yang positif akan mendatangkan semangat. Selain itu kita juga memerlukan tujuan yang jelas untuk kita kejar. Tujuan akan memacu kita untuk bergiat dan menyalurkan energi kita dengan tepat. Tujuan pun harus positif, karena dengan tujuan yang positif akan menambah tingkat energi kita.

4. Cukup bersyukur

Hal ini menghasilkan tingkat energi yang paling murni, dan kekuatannya dahsyat. Rasa bersyukur memiliki energi yang asalnya dari Yang Kuasa. Selalu bersyukur setiap saat, memberikan kekuatan batiniah bagi jiwa kita. Sederhana sekali rumusanya, dengan selalu berterima kasih dan menghargai apa yang ada.

Demikian dengan ke 4 hal ini dapat membuat energi pagi terus mengalir dalam setiap waktu. Ingatlah selalu menggunakan energi kita di saat yang tepat, dengan cara yang tepat dan tujuan yang tepat.

Selamat berenergi hari ini...

Selamat pagi dan Semangat pagi!

Sabtu, 24 Desember 2011

Lilin Lambang Kepemimpinan


Malam ini kami umat kristiani merayakan malam natal. pada perayaan seperti ini sudah menjadi suatu kebiasaan untuk menyalakan lilin sebagai salah satu moment puncak dari malam natal tersebut. pada moment inilah saya terinspirasi akan sebuah lilin.

lilin adalah alat penerangan yang sederhana yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dan masih terus menerangi kita sampai saat ini, walaupun dominasi lampu listrik telah menguasai dunia, namun hampir disetiap rumah kita selalu tersedia lilin (siapa ahu mati lampu atau listrik padam). lilin tetap menjadi bagian penting dalam hidup kita manusia.

lalu apa yang kita bisa pelajari dari sebuah lilin? dan apa hubungannya dengan kepemimpinan?

Memberi terang.

inilah fungsi esensi dari sebuah lilin, memberikan penerangan dikala gelap. teringat ketika mati lampu, saya mencari korek untuk menyalakan lilin. setelah dinyalakan cahayanya yang kecil itu langsung memenuhi ruangan kita yang gelap. cahaya lilin membuat kita dapat melihat dengan lebih jelas ke sekitar kita. kepemimpinan bagaikan lilin, aspek utama dari kepemimpinan adalah visi. visi dapat menjawab kemana akan dibawa organisasi kita di masa depan. seorang pemimpin harus dapat membawa pengikutnya melihat kedepan dan memberi arah ke tujuan. memimpin diawali dengan membawa pengikut kita untuk dapat membayangkan tujuan akhir dari perjalanan. beberapa orang menyebutnya mimpi atau angan-angan atau bisa juga disebut target atau steven covey menggunakan bahasa "Begin with the end in mind". hal2 inilah yang harus dapat dikomunikasikan seorang pemimpin kepada organisasi atau pengikutnya. yang kedua adalah memberikan arahan kepada mereka untuk mencapai visi tersebut. tanpa arahan maka mimpi tinggallah mimpi dan angan2 akan sirna. arahan ini akan membedakan pemimpin dan pemimpi. pemimpin akan menunjukkan hal-2 ang harus dilakukan untuk mencapai target yang sudah dikomunikasikan sebelumnya. demikianlah cahaya seorang pemimpin akan terang bila melakukan dua hal tersebut, namun untuk menghasilkan cahaya tersebut sebuah liln perlu melakukan sesuatu yang amat penting yaitu membakar dirinya dan kita masuk ke bagian yang kedua yaitu

Pengorbanan

lilin dapat menyala ketika api membakar sumbunya, dan seiring dengan sumbu itu menyala maka lilin akan habis sedikit demi sedikit agar cahaya tersebut tetap menyala. inilah pengorbanan sebuah lilin untuk menerangi sekitarnya. seorang pemimpin sejati juga melakukan pengorbanan. memimpin bukan berarti kita menjadi boss yang bisa ongkang-ongkang kaki, suruh sana dan sini, tapi kitalah yang harus paling tahu tentang segala sesuatu dan siap sedia menjadi pelayan bagi organisasi atau setiap pengikut kita. pemimpin perlu meluangkan waktu lebih banyak berfikir tentang semua hal yang berkaitan dengan tujuan dan impian organisasi. selain waktu, pikiran, tenaga juga menjadi bagian yang perlu kita korbankan demi tercapainya tujuan. seorang pemimpin perlu juga ikut turun ke lapangan bersama anak buahnya menyelesaikan masalah dan tantangan yang ada, disini pemimpin akan memutuskan solusi yang terbaik bagi masa depan organisasi. pengorbanan sebuah lilin tentunya ada ujungnya, karena lilin akan habis batangnya. untuk mempertahankan cahaya maka lilin perlu membagi api pada lilin yang lain, dan kita sampai pada bagian yang ketiga yaitu

Menyalakan lilin lain.

lilin yang terbakar akan habis dan jika kita tidak menyalakan lilin yang baru maka cahaya yang menerangi ruangan akan padam. dari sini kita belajar bahwa seorang pemimpin yang sejati menghasilkan pemimpin lainnya. dengan cara membagi pengalaman dan menjadi mentor bagi generasi selanjutnya. proses menyalakan lilin yang baru tidaklah mudah, butuh waktu untuk sebuah sumbu dapat menyala secara independen tanpa support dari lilin sebelumnya. ketika kita mementor pemimpin baru dibutuhkan kesabaran dan ketekunan serta ketegaan untuk membiarkan kepemimpinan baru bertumbuh. kadang kita tergoda untuk ikut campur lagi didalam tantangan yang dihadapi oleh penerus kita. pada saat inilah kita harus tega dan pergi membiarkan mereka mengatasi setiap tantangan yang ada.

dengan demikian sampailah kita diakhir dari perjalanan sebuah lilin yaitu ketika seluruh batangnya sudah habis terbakar dan perlahan-lahan cahayanya meredup dan mati. disini kita tahu bahwa sebuah kepemimpinan tidaklah untuk selamanya. ada kalanya untuk berhenti memimpin sebuah organisasi. namun bukan berarti berhenti berkarya. kita dapat menyala ditempat yang baru dengan tantangan yang baru. tentunya dengan demikian kepemimpinan kita semakin dapat menerangi banyak orang.

akhir kata selamat Natal 2011 dan tahun baru 2012, jadilah lilin yang bercahaya.

Sabtu, 19 November 2011

Hidup Manusia Bagai Bunga di Padang


Pagi ini saya memperhatikan bunga sutra bombay yang tumbuh di pot pekarangan rumah. tumbuhan ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan bunganya pun indah. namun ada yang menarik dari bunga sutra bombay, bunganya hanya tumbuh satu hari. mulai dari kuncup di pagi hari, mekar di jam 8-15 dan mulai kuncup lagi setelahnya. keesokan harinya sudah tidak ada kuncup tersebut. sangat singkat daur hidup bunga sutra bombay ini, namun ketika bunga ini mekar dan merekah, keindahannya begitu menghibur jiwa. foto disamping saya ambil di pagi ini.Indah sekali bukan? dan singkat sekali bila ia hanya mekar selama beberapa jam saja.


saya mulai mengingat dan merenungkan hidup manusia, hidup kita tidak sesingkat bunga sutra bombay namun kita sadar bahwa seperti daur hidup bunga , demikian juga kehidupan kita manusia, ada waktunya bertumbuh dari kuncup, berkembang, kuncup dan hilang.


waktu bertumbuh



inilah waktu dimana kita melakukan persiapan-persiapan dalam kehidupan kita, mulai dari belajar di sekolah, belajar mengenai kehidupan dan lain sebagainya. pada masa ini kita mengumpulkan seluruh daya dalam kehidupan menuju waktu untuk mekar. yang menarik disini, ada manusia yang mempersiapkan diri dengan baik dan ada yang mempersiapkan diri dengan asal-asalan, tentunya semua akan berdampak pada saat mereka mekar. akan jadi sepereti apa bunga mereka nantinya. teringat sebuah kata2 mutiara yang dipakai di film the mechanic "Victory Love Preparation" bila kita ingin menang maka lakukanlah persiapan dalam hidup kita.


waktu mekar atau berkembang


hasil dari waktu bertumbuh akan terlihat ketika bunga kehidupan kita mekar. kehidupan yang indah tentunya didapat ketika kita berusaha dengan baik pada saat kita mempersiapkan diri. pada saat mekar ini tentunya ada saat-saat dimana kehidupan kita berada diatas angin, dimana banyak orang yang mengagumi kita, memuji prestasi kita, bahkan ingin seperti kita, hati2 jatuh kedalam kesombongan, kita harus ingat bahwa mekarnya bunga itu hanya sementara. karena itu ketika kehidupan kita sedang mekar dengan indahnya(sukses) alangkah baiknya bila kita membagikan keindahan itu dengan banyak orang lain, agar kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang. keindahan sekuntum bunga tidaklah ada artinya bila ia hanya di taruh di lemari tertutup. bunga akan disebut indah bila ada mata yang menikmatinya. semakin banyak orang yang ikut menikmati kesuksesan kita, semakin indah kehidupan kita.


waktu kuncup kembali dan hilang


mekarnya bunga kehidupan kita berbeda-beda satu sama lainada yang lama dan ada yang sesaat, dan ada pula yang gagal untuk mekar, tapi ada sesuatu yang sudah pasti dialami yaitu kita semua akan kuncup dan hilang(mati). pada masa ini sering kita manusia mulai mengingat-ingat masa lalu pada zaman keemasan serta kesuksesan kita. kadang kita mulai hidup dimasa lalu bukan disaat ini. inilah tantangan hidup pada saat semua kemegahan sudah berlalu, yaitu untuk hidup disaat ini. walaupun telah berlalu semua sukses dan kemegahannya, masih banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. pertama yang harus kita lakukan adalah tetaplah berfikir kedepan, temukan hal-hal yang kita dapat berkontribusi, yang kedua tanam dan sirami generasi yang baru, berikan dan bagikan pengalaman hidup kita kepada generasi yang akan menggantikan kita. dan yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk mengakhiri dengan hati yang bersyukur. sehingga kita dapat berkata seperti ada tertulis "aku telah mengakhiri pertandingan yang baik"


sudah dimanakah kehidupan kita saat ini? setiap masa ada tantangan dan tugasnya masing2, dan saya berdoa, kita semua dapat menjalani setiap masa dengan baik.


"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, j maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya k tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, l 103:18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. "